Satu Episode Berlalu Seperti Api Unggun yang Perlahan Padam
Satu periode
berlalu seperti api unggun yang perlahan padam.
Tak lagi menyala terang, namun selalu meninggalkan hangat dalam genggam.
Menjadi Pemangku Adat berarti siap menjadi teladan,
meski terkadang diri kami masih tertatih dalam berjalan.
Kami ada di tengah Racana bukan sebagai yang paling benar,
tetapi yang
harus menegakkan kebenaran.
Adat sering
menempatkan kami di depan,
sementara hati
ini sering tertinggal di belakang,
berusaha
mencari secercah ketenangan.
Kami sadar,
jabatan ini bukan tentang kesempurnaan,
melainkan kesediaan untuk terus memperbaiki diri dan belajar.

Tugas
menertibkan warga Racana bukan sekadar soal aturan.
Ia tentang
menjaga marwah, merawat nilai, dan menciptakan hangatnya persaudaraan.
Ada kalanya
kami harus tegas,
meski hati
ingin memeluk erat.
Ada kalanya
kami memilih diam,
agar ego tak
lebih nyaring dari kebijaksanaan.
Banyak hal yang sering dipandang berbeda, dari setiap sudut mata.
Namun, yang harus saudara ku ketahui adalah
Menertibkan bukan berarti menekan.
Menegur bukan untuk merendahkan.
Dan mengingatkan adalah bentuk kasih
sayang.
Kami belajar memilih kata,
agar adat tetap tegak tanpa melukai rasa.
Kami belajar menjadi contoh,
meski dalam hati kerap merasa belum pantas disebut teladan

Ada masa
ketika amanah ini berjalan terasa berat,
sebab setiap
langkah kami selalu dilihat, dan
setiap sikap
kami selalu diharap.
Namun kami
sepakat satu hal:
jika lelah itu
ada,
biarlah
menjadi sunyi,
asal nilai Racana tetap berbunyi.
Menjadi Pemangku Adat,
bukan tentang siapa yang paling lantang bersuara.
Tetapi siapa yang paling sanggup menjaga.
Menjaga sikap, menjaga laku, menjaga nilai yang diwariskan sebelum kami,
dan kelak harus kami titipkan kembali dalam keadaan utuh.

Selalu ingat
penggagalan sandi racana yang bersemayam di dada.
Pemimpin itu
selalu siap sedia.
Teguh memegang
janji, berwawasan tinggi.
Mampu
mewujudkan kehendak mulia.
Lengah berarti
kalah.
Tidak ada lagi kata yang mampu
mewakili segala rasa dan cerita,
selain harap yang mungkin tak pernah terungkap namun selalu kami ucap dalam
hati kecil ini yaitu "jagalah rumah kita, saudara"
PRAMUKA
UNESA.
PEMANGKU ADAT
2025
Share It On: