Kita di Lereng Waktu
Kita memulai pendakian ini
tanpa banyak kata,
hanya ransel kecil berisi mimpi,
dan tekad yang cukup untuk dua orang.
Tak ada janji tentang cuaca cerah,
tak ada peta yang menjamin arah.
Hanya satu hal yang kutahu pasti
aku ingin berjalan bersamamu,
meski jalan itu menanjak dan kadang tak ramah.
Di setiap tikungan,
aku melihat caramu menatap jauh,
bukan karena lelah,
tapi karena kau tahu:
cinta yang tumbuh di perjalanan,
lebih kuat daripada yang hanya duduk menunggu di puncak.
Kita saling diam di beberapa tanjakan,
bukan karena tak ada hal untuk dibicarakan,
tapi karena ada kenyamanan
yang tak perlu dijelaskan dengan suara.
Dan saat angin mulai dingin menusuk,
kau ulurkan tanganmu, bukan untuk menyelamatkan,
tapi untuk menyertai.
Karena kadang, cinta bukan soal melindungi,
melainkan bertahan bersama
saat dunia menjadi terlalu sunyi.
Kelak, ketika kita sampai di atas sana,
dan dunia terhampar seperti jawaban
atas semua tanya-tanya kecil kita,
aku ingin kau tahu:
bukan puncak yang paling membuatku bersyukur,
tapi karena kita memilih mendaki,
tanpa saling tinggalkan.
Share It On: